Selasa, 20 Juli 2010

Saya Kira Kingkong

Kaisar Ming sangat disegani di dataran Mongolia. Dari berbagai kisah perangnya yang mengerikan, terselip sebuah kisah yang menggelikan. Alkisah Baginda mempunyai seorang putri yang cantik jelita.

Suatu hari, datanglah 3 orang pangeran yang hendak melamar tuan putri. Karena bingung untuk memilih, sang putri meminta baginda memberikan syarat. Baginda memberikan tugas untuk mencari benda-benda tertentu kepada ketiga pangeran tersebut dan diberi waktu satu tahun untuk mendapatkannya.

Selang setahun kemudian, sang pangeran pertama datang menghadap.

Baginda: Hei Pangeran, mana telur naga sakti yang kuminta itu?

Pangeran I: Ampun tuanku… hamba gagal.

Baginda: (merah padam) Apa…???!!! Pengawal, potong kedua tangannya!!!

Selang beberapa waktu kemudian, Pangeran kedua datang. Tampak lesu dan sedih.

Baginda: Pasti kamu gagal mendapatkan sirip hiu putih yang kuminta itu…

Pangeran II: Ampun tuanku, hamba nggak bisa berenang…

Baginda: Dasar Pangeran O’on… Pengawal, potong kedua kakinya…

Baginda menjadi putus asa… sampai seminggu kemudian, datanglah pangeran ketiga. Wajahnya kusam kusut. Pakaiannya compang camping. Sekilas, tampak dia baru saja mengalami peristiwa-peristiwa sulit. Dengan senyum lebar, pangeran ketiga menghadap Baginda.

Baginda: Aha… Pasti kamu berhasil.

Pangeran III: Setelah mengalami berbagai masa-masa sulit akhirnya saya berhasil mempersembahkannya untuk baginda.

Baginda: He he he… jadi sekarang mana bola ping pong kesayanganku yang hilang setahun yang lalu?

Pangeran III: PING PONG??? Saya kira KINGKONG…!!!

BBM Naik Lagi Rakyat Miskin Pasti Berkurang..

Ada yang punya analisis dan menyimpulkan bahwa kenaikan Harga BBM dapat mengakibatkan jumlah rakyat miskin turun…?!

Kaya’ yang dibilang LPEM-UI bahwa adanya korelasi kenaikan BBM dengan penurunan rakyat miskin. Kenaikan BBM sebesar 10% dapat menurunkan jumlah rakyat miskin sampe 14%.

Jadi, penurunan jumlah rakyat miskin ini bisa mencapai 100%, apabila kenaikan BBM tersebut mencapai 100%.

Analisisnya adalah sebagai berikut:
Harga BBM naik – tadinya rakyat miskin yang naik bis, sekarang jadi jalan kaki… terus di jalan ketabrak metromini yang ngebut karena nguber setoran (gara-gara BBM-nya naik), terus mati… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Tadinya rakyat miskin makan sehari 1x, terus jadi makan 1x tapi buat 3 hari (karena daya belinya turun)… lama-lama mati kelaparan… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik… terus BBM naik jadi nggak bisa beli lagi… akhirnya mati… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Atau tadinya rakyat miskin yang sakit masih bisa ke puskesmas naik angkot, sekarang cuma jalan kaki, terus ketabrak metromini, malah mati di jalan… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Ada rakyat miskin yang jadi stress… mikirin BBM yang naik, saking mikirnya… ampe lupa makan dan minum… akhirnya mati juga… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Ada rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif… buat menuhin kebutuhan dia nyolong ayam tetangga… ketangkep, digebukin massa… ampe mati juga… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Atau rakyat miskin yang nyolong ayam tadi ternyata bisa lolos, lantas ayam curiannya itu dimakan… akhirnya kena flu burung… mati juga… – RAKYAT MISKIN BERKURANG

Soal kenapa bisa dapet angka 14%… karena dari 100 orang miskin itu… yang mengalami kejadian di atas total ada 14 orang maka dapet angka 8+4+2 dibagi 100 kali 100% = 14%. Demikian analisis ini dibuat secara sederhana, mudah dicerna, anti njlimet…

Jadi kesimpulannya :
Langkah pemerintah menaikkan BBM sudah cukup tepat… hanya saja naiknya masih kurang tinggi. Coba kalau dinaikin tinggi-tinggi… pasti makin cepat lagi pengurangan rakyat miskin di negeri ini. Semoga pemerintah kita membaca analisis ini… dan segera saja naikin lagi, amien…

Kesimpulan lain:
BBM naik setinggi-tingginya biar tambah banyak orang jadi maling ayam, kalau digebukinnya nggak sampe mati dan malah masuk penjara, kan lumayan tuh bisa makan gratis di penjara… ketimbang di rumah mau beli makanan yang semakin naik harganya karena makanan diangkut pake transportasi, lha wong BBM naik kok tarif makanan gak boleh naik.

Si Jenius Joko

Bu Sri, seorang guru kelas satu SD, sangat kesal dengan seorang muridnya yang bernama Joko.

Bu Sri: “Joko, mengapa kamu tidak mau mengikuti pelajaran di kelas?”

Joko: “Saya anak cerdas, pelajaran kelas satu terlalu mudah untuk saya, bahkan saya dapat mengerjakan semua punya kakak saya yang di kelas tiga, seharusnya saya ada di kelas tiga juga!”

Bu Sri merasa kesal. Ditariklah si Joko ini ke ruang Kepala Sekolah.

Ketika si Joko menunggu di depan ruang Kepala Sekolah, Bu Sri menjelaskan pada Pak Amir, si Kepala Sekolah, mengenai kelakuan muridnya yang bernama Joko ini.

Pak Amir kemudian ingin mengetahui seberapa pandai si Joko ini sehingga ia berkeinginan ditempatkan di kelas tiga, apabila ia tidak dapat menjawab test yang diberikan oleh Pak Amir, maka ia harus kembali sebagai murid kelas satu dan berkelakuan yang sepantasnya, atau apabila tidak menurut maka orang tuanya harus dipanggil. Bu Sri pun setuju.

Pak Amir: “Joko, berapa 3×3?”

Joko: “9.”

Pak Amir: “Berapa 6×6?”

Joko: “36.”

Kemudian Pak Amir memberikan test-test berikutnya sesuai dengan mata pelajaran kelas tiga SD dan semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan benar oleh si jenius Joko.

Pak Amir lalu berkata pada Bu Sri: “Saya rasa Joko dapat langsung dipindahkan ke kelas tiga.”

Bu Sri: “Pak Amir, mohon tunda dahulu keputusan ini. Saya akan memberikan beberapa pertanyaan lagi pada Joko.”

Pak Amir dan Joko setuju.

Bu Sri: “Joko, apa yang dimiliki sebanyak empat buah oleh seekor sapi sedangkan saya hanya punya dua?”

Dengan cepat Joko menjawab: “Kaki.”

Bu Sri: “Apa yang ada di celanamu tapi tak ada di celana saya?”

Joko: “Saku/kantong.”

Bu Sri: “Coba tebak sebuah benda dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan huruf ‘C’ dan diakhiri huruf ‘T’, di mana benda tersebut berbulu, bulat, lonjong, panjang, dan mengandung cairan berwarna putih?”

Joko: “Coconut.”

Kening Pak Amir berkerut dengan mata membelalak…

Bu Sri: “Benda apa yang dimasukan dalam keadaan keras, kemudian memerah, dan dikeluarkan setelah lembek dan lengket?”

Joko: “Permen karet.”

Bu Sri: “Apa yang dilakukan pria dalam kondisi berdiri, wanita dengan duduk, dan anjing dengan satu kaki diangkat?”

Joko: “Jabatan tangan.”

Bu Sri: ” Sekarang saya akan bertanya mengenai ‘Siapa saya’, okay?”

Joko: “Ya, Bu Sri!”

Bu Sri: “Anda memasukan tiang anda pada saya. Anda mengikat saya untuk membangkitkan saya. Saya basah sebelum anda basah. Siapa saya?”

Joko: “Tenda.”

Bu Sri: “Sebuah jari memasuki saya. Anda menggerakan si jari tersebut. Pengantin pria adalah yang pertama melakukannya. Siapa saya?”

Joko: “Cincin kawin.”

Bu Sri: “Saya terdiri dari berbagai ukuran. Ketika saya sakit, cairan menetes. Siapa saya?”

Joko: “Hidung.”

Bu Sri: “Saya mempunyai pentungan keras. Ujungku dapat menembus. Siapa saya?”

Joko: “Panah.”

Bu Sri: Saya test anda dalam bahasa Inggris lagi. Sebutkan sebuah kata yang dimulai dengan huruf ‘F’ dan diakhiri huruf ‘K’ yang dapat memberikan kenikmatan?”

Joko: “Firetruck”

Pak Amir langsung menyela Bu Sri supaya tidak menanyai Joko lebih lanjut sambil berkata: “Bu Sri, taruh Joko di kelas lima. Dia lebih pandai dari saya di mana jawaban saya untuk sepuluh pertanyaan terakhir tidak ada yang benar.”

Rahasia Umur Sapi, Monyet, Anjing, dan Manusia

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi. Hari ini kuciptakan kau sebagai sapi, engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun. Sang Sapi keberatan. Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun. Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun! Sang monyet menjawab “What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu.” Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun. Sang anjing menolak: “Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? No way! Kukembalikan 10 tahun padamu”. Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: “Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun! Sang manusia keberatan, katanya, “Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan.

Let’s make a deal. “Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju?” Maka setujulah Tuhan.

Akibatnya…

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan kita makan, tidur dan bersenang-senang.

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal di rumah, duduk di depan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat. Uhuk, uhuk (batuk)… Eh, Ntong, mo ke mane lo? Hehehe…

anak yatim

Faqih: Eh… Bet! Mana kalimat yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.

Albert: Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!

Faqih: Salah.

Albert: Apaan dong!!!

Faqih: Nggak ada yang bener, anak yatim mana punya ayah…

Albert: @#$%#@